Daftar Isi
ToggleApa Saja Tugas Digital Marketer? Ini Dia 8 Poin Pentingnya
Tugas digital marketer pasti berhubungan dengan segala strategi digital marketing. Memahami pemasaran di internet secara gamblang dan menyeluruh. Mulai dari membuat konten yang dibutuhkan, mengatur jadwal posting mengelola akun perusahaan, dan menarik audiens menjadi pelanggan.
Baca Juga: Tips Tumbuhkan Kepercayaan Audiens dengan Strategi Digital Marketing
Sama seperti marketing tradisional. Bedanya, Anda harus terbiasa untuk merancang strategi sesuai dengan tren pasar digital. Sudah siapkah Anda dengan tugas digital marketer? Ini tidaklah rumit jika Anda memahami delapan tugas digital marketer berikut ini.

Pertama – Seperangkat Teori Digital Marketing yang Harus Dikuasa
Apa yang dilakukan digital marketer? Tugas digital marketer bertanggung jawab dalam menstimulus kesadaran merek hingga perolehan prospek melalui semua saluran digital. Baik secara gratis maupun berbayar yang tersedia bagi perusahaan. Saluran tersebut termasuk situs web dan blog perusahaan itu sendiri, media sosial, email, peringkat search engine, dan iklan bergambar.
Digital marketer biasanya berfokus pada Key Performance Indicator (KPI) atau indikator kinerja utama. Tentunya ini berbeda bagi setiap saluran. Sehingga mereka dapat mengukur kinerja perusahaan dengan tepat pada masing-masing saluran.
Misalnya, seorang digital marketer yang bertugas atas SEO, mengukur “lalu lintas organik” situs web mereka. Lalu lintas datang dari pengunjung situs web yang menemukan halaman situs web bisnis melalui penelusuran Google.
Baca Juga: Pentingnya Core Web Vitals untuk SEO Personal
Tugas seperti ini pada umumnya ditemukan di perusahaan besar. Setiap bagian dari divisi digital marketing mempunyai perannya masing-masing, seperti berikut ini.
- Manajer SEO – Tugas digital marketer untuk lingkup ini adalah mengatur lalu lintas organik. Seperti di antaranya adalah membuat konten yang berkualitas dan mendapatkan peringkat tertinggi di pencarian Google.
- Content Marketing Speciallist – Tugas digital marketer dalam lingkup ini adalah membuat strategi konten dan mengatur promosi produk beserta iklannya di berbagai platform.
- Social Media Manager – Tugas digital marketer dalam lingkup ini adalah mengatur sosial media. Meliputi pengembangan strategi dan pemasaran konten.
- Koordinator Otomatisasi Pemasaran – Mereka bertugas untuk mengecek email, melakukan konversi, dan mengelola perangkat lunak agar memudahkan tim untuk memahami perilaku konsumen.

Kedua – Memberi Penawaran Gratis yang Bermanfaat
Salah satu hal gratis yang bermanfaat adalah konten. Tugas digital marketer dalam hal ini harus memikirkan secara matang bagaimana konten dapat memiliki pengaruh yang begitu besar terhadap viewer.
Untuk dapat memberikan insight kepada viewer, digital marketer dapat memberikan bulletin terkait produk atau informasi yang bermutu secara gratis. Ini sebagai salah satu sarana untuk mendukung bisnis kecil mempelajari semua keterampilan pemasaran tepat waktu. Ya, mereka harus terus tumbuh dan berkembang meskipun dalam iklim saat ini.
Hal tersebut hanyalah merupakan satu contoh bagaimana tugas digital marketer dapat memposisikan diri sebagai sumber daya yang tak ternilai.

Ketiga – Menjalin Komunikasi Intens Kepada Klien
Sejalan dengan tindakan yang sama sebagai sumber daya bagi klien, penting kiranya untuk terus menciptakan rasa kebersamaan dan memelihara hubungan. Selama pandemi global ini berlangsung, para digital marketing menyadari bahwa tidak ada yang namanya terlalu banyak komunikasi. Dengan catatan apabila hal tersebut dilakukan dengan niat yang benar.
Rasa keteraturan dan bimbingan bisa sangat menghibur. Terkadang, perlu adanya agenda tatap muka. Paling tidak dilakukan sebanyak dua kali seminggu. Ini bertujuan untuk memastikan klien masih merasa bahwa kebutuhan mereka adalah prioritas dan bagian tugas ddigital marketing.
Cara lain untuk tetap terhubung adalah melalui grup Facebook komunitas. Anggotanya tidak hanya dapat mengobrol dengan tim digital marketer. Tetapi juga dengan klien serupa yang mungkin dapat berbagi pengalaman mereka.

Keempat – Mendorong Transparansi
Bersikap transparan kepada klien adalah keharusan. Tidak ada yang tahu persis apa yang harus dilakukan saat ini. Bahkan berapa lama hal-hal tersebut berjalan seperti itu. Meskipun penting untuk memberikan kepastian kepada klien, sekiranya penting untuk tidak membalas mereka.
Baca Juga: Tugas Digital Marketer Tidaklah Serumit yang Dibayangkan!
Tugas digital marketer dalam hal ini adalah memosisikan diri sebagai seorang pemimpin. Tetapi ketahuilah bahwa kepemimpinan yang hebat datang dari seseorang yang juga dapat mengakui ketidaktahuan akan semua jawaban dan setuju dengan hal yang demikian.
Klien akan menghormati digital markerter karena autentik. Itu akan mencerminkan merek perusahaan dengan baik secara keseluruhan. Ya, membangun kepercayaan selama semua kegilaan ini hanya bisa menjadi hal yang baik.

Kelima – Memberikan Penawaran Pengalaman Visual
Menjelajahi ruang pengalaman virtual adalah alternatif lainnya yang dapat dilakukan untuk melihat para pakar digital marketer beradaptasi. Bisnis yang secara tradisional beroperasi secara tatap muka akan sangat dipengaruhi oleh social distancing dan pelindung.
Alih-alih menutup sepenuhnya, digital marketer membantu perusahaan-perusahaan ini dengan menawarkan keahlian mereka dalam keterlibatan virtual. Faktanya, ini dapat digunakan sebagai strategi yang menghasilkan prospek jelas.
Pada dasarnya, digital marketer akan memberi tahu klien bahwa mereka tidak mengetahui berapa lama sistem seperti ini akan berlangsung. Tidak akan bisa bertatap muka dengan orang lain. Jadi, inilah cara yang dapat dilakukan dengan bantuan alat-alat terkait.
Perlu diingat bahwa terdapat banyak klien yang tidak mengerti secara digital. Kesabaran dan pendidikan yang menyeluruh bisa sangat bermanfaat untuk mengatasi persoalan ini. Percayalah, mereka akan ingat siapa yang membantu mereka setelah semuanya selesai.

Keenam – Menemukan dan Menjalin Mitra Baru
Tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk mulai menemukan mitra baru. Beberapa perusahaan telah mengambil kesempatan ini untuk bekerja sama. Baik itu untuk penggalangan dana atau kampanye kesadaran seputar COVID-19. Bahkan paket khusus produk mereka yang ditawarkan bersama dengan harga yang terjangkau.
Misalnya, merek produk A berkoalisi dengan merek baru yang bersatu untuk memberikan bantuan keuangan selama krisis. Semua anggota telah berjanji untuk menyumbangkan 15% dari hasil mereka untuk amal selama pandemi COVID-19.
Selain itu, terdapat juga perusahaan yang bekerja sama dengan beberapa koki terkenal untuk membuat buku masak digital. Hasil dari inisiatif ini akan menguntungkan Dana Bantuan Darurat COVID-19 Pekerja Restoran. Hal demikian hanyalah beberapa contoh kemitraan menguntungkan yang berkemungkinan besar akan terus berlanjut bahkan setelah krisis selesai.

Ketujuh – Pivot Saat Dibutuhkan
Pilihan terbaik adalah memutar produk mereka sepenuhnya untuk beberapa bisnis. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, layanan tatap muka harus mencari cara lain untuk mengakses pelanggan mereka.
Beberapa restoran telah dipaksa untuk beralih ke pilihan makanan bawa pulang secara ketat daripada makan di tempat. Bagian depan toko fisik mulai menawarkan produk secara online dan melalui pengambilan di tepi jalan.
Bisnis event bahkan menemukan cara baru untuk menawarkan pengalaman kepada pelanggan mereka di rumah. Termasuk happy hour interaktif dan festival musik virtual. Ini hanyalah beberapa contoh kasus di mana pivot dapat menjadi kunci untuk bertahan hidup.

Kedelapan – Merancang Kampanye untuk Masa Depan
Salah satu hal terpenting untuk diingat adalah bahwa pada akhirnya segalanya akan menjadi lebih baik. Akan ada masa depan di sisi lain dari pandemi ini.
Ketika masa depan itu datang, tugas digital marketer adalah membawa klien untuk mengingat bagaimana dukungan yang pernah diberikan kepada klien melewati suka dan duka.
Akhir Kata
Percayalah bahwa segala sesuatu akan selalu berjalan dengan baik ketika dengan membuktikan nilainya. Ini adalah waktu untuk fokus pada pembangunan merek dan hubungan. Bagaimana klien akan memandang perusahaan terkait setelah dunia bergerak ke new normal? Bagaimana seorang digital marketer akan beradaptasi dan meningkatkan kemampuan diri selama periode pertumbuhan ini?


