Daftar Isi
ToggleTugas Digital Marketing Tidaklah Serumit yang Dibayangkan
Kenapa harus digital marketing? Ada hal yang mendorong para pelaku pemasaran untuk mengubah strategi pemasaran produk. Lebih lagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Pemasar mesti banting setir dan berpikir lebih kreatif lagi untuk meraih kepercayaan konsumen di masa sulit.
Baca Juga: Digital Marketing Expert vs Agency: Mana Cocok?
Lalu, apa itu digital marketing? Apakah tugas digital marketing sama dengan lingkup pemasaran pada umumnya?
Yuk scroll tulisan di bawah ini untuk lebih mengenal tugas digital marketing lebih lanjut. Kenapa ini penting dipelajari di masa sulit seperti sekarang dan bagaimana mengatur strategi digital marketing.

Apa Itu Digital Marketing?
Sebelum mengetahui tugas digital marketing, mari mengetahui terlebih dahulu apa itu digital marketing. Pemasaran ini memanfaatkan keterlibatan internet dan perangkat elektronik. Tidak hanya itu saja, tugas digital marketing membutuhkan beberapa dukungan.
Dukungan tersebut adalah search engine, email, media sosial, web, dan platform yang bisa berhubungan langsung dengan pelanggan.
Lalu, apa tugas digital marketing dalam sebuah perusahaan?
Seperti yang diketahui, traditional marketing atau pemasaran tradisional dilakukan dengan memanfaatkan media cetak hingga pemasaran fisik lainnya. Sedangkan tugas digital marketing melibatkan perangkat elektronik seperti video, email, web, dan lainnya.
Dalam sebuah perusahaan, tugas digital marketing berperan untuk membangun bisnis dan kesadaran merek. Sehingga, digital marketer diamanahkan untuk membuat konten terkait produk untuk mendukung pemasaran.
Konten pemasaran dibuat begitu familiar dan mudah dikenali umum. Ini bertujuan agar calon konsumen dapat mempelajari merek lebih lanjut.
Tugas digital marketing juga harus membuat banyak pemilihan metode pemasaran. Namun tetap membatasi jumlah anggaran yang dibutuhkan. Digital marketer dapat menggunakan analytics untuk memudahkan pemantauan sejauh mana marketing campaign berkembang.

Sepenting Apa Tugas Digital Marketing Bagi Perusahaan?
Mengingat pentingnya kehadiran internet bagi aspek kehidupan manusia seperti saat ini, pertanyaan tersebut seharusnya sudah terjawab secara otomatis. Ya, perusahaan membutuhkannya.
Lebih lagi, taktik digital marketing juga tidak sama dengan traditional marketing. Sehingga dibutuhkan tim khusus yang mampu menangani semua lingkup digital perusahaan.
Anda bisa memantau seberapa banyak orang yang memperhatikan iklan yang disuarakan secara online dengan bantuan analytics. Dan hal tersebut tidak bisa Anda perkirakan jika melakukan traditional marketing. Selain itu, Anda bisa mengukur “return of investment” atau ROI di setiap lingkup digital marketing.
Seperti apa detailnya? Berikut adalah ulasannya.
Web Traffic
Perusahaan dapat memantau secara real time berapa banyak orang-orang yang mengunjungi situs web pemasaran perusahaan. Juga tercatat halaman apa saja yang mereka kunjungi, perangkat yang digunakan ketika mengakses, dan lainnya.
Baca Juga: Maksimalkan Strategi Bisnis dengan Word of Mouth Marketing
Dengan begitu, ini sangat memudah marketer perusahaan untuk berinteraksi secara langsung dengan calon konsumen. Juga mengetahui seperti apa pola dan tren mereka sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk. Tentunya hal ini tidak didapatkan dengan menerapkan traditional marketing.
Kinerja Konten dan Perolehan Prospek
Konten merupakan media digital marketing. Sama seperti traditional marketing, namun perbedaannya terletak pada platform pemasaran itu sendiri. Keuntungannya, perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana ekstra untuk mencetak brosur, flyer, dan sebagainya.
Cukup dengan memberi sentuhan desain unik dan eye catching pada konten produk yang akan diiklankan. Anda akan mengetahui seberapa banyak unduhan konten tersebut dan detail informasi terkait. Hal ini juga memudahkan perusahaan untuk melihat apakah konten memiliki prospek yang berarti bagi merek.
Perspektif Keberhasilan
Keberhasilan digital marketing ditentukan oleh kombinasi teknologi dan alat yang tepat. Ini tentunya memudahkan tim marketer perusahaan untuk melacak penjualan, jumlah pelanggan, hingga bagaimana konsumen memilih produk.
Baca Juga: Strategi Konten Evergreen untuk Digital Marketer
Hal tersebut juga membantu perusahaan untuk menghubungkan titik-titik pemasaran dan dan penjualan. Sehingga akan meningkatkan keuntungan perusahaan.

Apakah Tugas Digital Marketing Berjalan untuk Semua Bisnis?
Tentu saja begitu. Tak peduli tentang jenis produk yang dijual, selagi digital marketing mampu membangun pembeli untuk mengidentifikasi kebutuhan calon konsumen dan membuat konten online yang berharga.
Akan tetapi, tugas digital marketing juga harus menerapkan strategi bisnis yang terukur dan tidak melulu soal strategi bisnis yang sama.
B2B
B2B atau “business to business” merupakan praktik digital marketing yang cenderung berpusat di sekitar perolehan prospek online. Ini memiliki tujuan akhir agar seseorang dapat berbicara dengan staf penjualan.
Oleh karena itu, peran strategi pemasaran di sini adalah menarik dan mengonversi prospek berkualitas tertinggi bagi tenaga penjualan produk melalui situs web perusahaan dan mendukung saluran digital.
B2C
B2C atau “business to customer” bertujuan untuk menarik orang ke situs web perusahaan dan membuat mereka menjadi pelanggan tanpa perlu berinteraksi. B2C biasanya disandarkan pada harga produk yang ditawarkan.
Baca Juga: 8 Tren Strategi Digital Marketing 2021
Bisa jadi bahwa perusahaan tidak menitikkan fokus pada ‘prospek’ dalam pengertian tradisional dan lebih cenderung berfokus pada mempercepat perjalanan pembeli. Mulai dari waktu seseorang membuka situs perusahaan hingga saat mereka melakukan pembelian.
Metode seperti ini juga tidak membutuhkan “call to action” yang mencolok. Pada umumnya, B2C menggunakan platform LinkedIn dan Instagram sebagai medianya.
Langkah Selanjutnya…
Setelah memahami semua lingkup tugas digital marketing yang harus dikuasai, inti dari keberhasilannya adalah praktik pemasaran. Ya, konten! Konten merupakan alat untuk mempromosikan merek dan produk perusahaan.
Lantas, apa yang harus dilakukan untuk menghasilkan konten berkualitas yang juga mampu menjawab kebutuhan konsumen?
Coba ikuti langkah berikut ini!
Pemetaan Konten
Untuk membuat konten yang unik dan menarik hati calon pelanggan dibutuhkan pemetaan konten terlebih dahulu. Pilihlah desain konten yang menggambarkan identitas perusahaan. Pastikan bahwa konten mengandung jawaban atas kebutuhan calon pelanggan sehingga pelanggan merasa memerlukannya dan tertarik untuk membeli produk perusahaan.
Memperkenalkan Produk
Dalam istilah pemasaran, memperkenalkan produk disebut dengan “awareness stage”. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan produk dapat dilakukan dengan cara berikut ini.
Blog Posting. Memasarkan produk dengan membuat konten berisi tulisan yang diposting di blog perusahaan. Ini sangat bagus untuk meningkatkan lalu lintas organik jika memahami strategi kata kunci yang kuat dan menerapkan SEO.
Infografis. Meningkatkan peluang ditemukannya merek perusahaan melalui media sosial ketika orang lain membagikan konten Anda.
Video pendek. Selain dapat memanfaatkan tulisan dan desain, tugas digital marketing lainnya adalah merancang pemasaran menggunakan video. Ini memudahkan perusahaan untuk menyuarakan merek agar ditemukan oleh pemirsa baru dengan menghosting mereka di platform seperti YouTube.
Tahap Lanjutan
Setelah menyuarakan produk dan merek perusahaan pada tahap awareness stage, mari kita memasuki tahapan lanjutan.
- Ebooks. Untuk menciptakan pemasaran yang lebih komprehensif, tugas digital marketing lainnya adalah merancang e-book atau electronic book. Berisi informasi yang lebih kompleks tentang produk perusahaan yang ditawarkan.
- Laporan penelitian. Merupakan konten bernilai tinggi yang baik untuk melihat prospek. Laporan penelitian dan data baru untuk industri perususahaan juga dapat digunakan pada awareness stage.
- Webinar. Merupakan format konten tahap pertimbangan yang efektif karena menawarkan konten yang lebih detail dan bersifat interaktif.
Setelah memahami dan mempraktikkan cara membuat konten digital marketing, langkah selanjutnya adalah melihat sejauh mana progress kampanye Anda.

Memaksimalkan Pemasaran
Untuk dapat merangkul calon pembeli secara efektif, perhatikan kembali trik dan strategi digital marketing yang sesuai. Perhatikan atribut digital yang dibutuhkan dan teruslah belajar untuk memperluas pengetahuan seputar dunia digital marketing dengan:
Outbond Marketing
Secara garis besar, outbond marketing merupakan bentuk digital marketing yang membutuhkan biaya ekstra. Umumnya, ini terkait dengan periklanan online hingga daftar pembelian email. Namun, ini sejalan dengan hasil yang akan diterima dan produk perusahaan akan lebih mudah dikenal oleh banyak orang.
Pemasaran Seluler
Perlu diingat bahwa calon pelanggan pada umumnya menggunakan ponsel untuk mengakses platform bisnis atau mencari rekomendasi kebutuhan secara online. Riset menunjukkan bahwa sebanyak 69% pengguna lebih sering mengakses internet menggunakan ponsel.
Mengingat hal ini, tugas digital marketing selanjutnya adalah menerapkan konten yang tersedia dalam tampilan seluler. Tentunya ini akan memudahkan mereka untuk mengakses produk hanya dari genggaman saja.
Source:
https://blog.hubspot.com/marketing/what-is-digital-marketing


