Ranyeker Store: Online Shop Selling Sport Accessories

 

  
Gambar 1. Cover resmi Ranyeker Store di Facebook.

Tentang Brand Ranyeker Store

Ranyeker Store adalah sebuah toko online yang berfokus pada penjualan sepatu olahraga, jersey, dan berbagai aksesoris sport. Nama ‘Ranyeker’ berasal dari bahasa Jawa, yaitu ‘Ra’ yang berarti tidak, dan ‘Nyeker’ yang berarti tidak menggunakan alas kaki. Nama ini dipilih untuk memberikan kesan unik dan mudah diingat. Ranyeker Store pertama kali dirintis pada masa kuliah oleh tim mahasiswa yang melihat peluang besar di pasar sepatu olahraga, khususnya di kalangan remaja dan mahasiswa. Target utama adalah anak muda yang ingin tampil sporty, stylish, dan tetap ekonomis.

Peran Saya dalam Proyek Ini

Sebagai salah satu pendiri, saya berkontribusi dalam berbagai aspek operasional dan strategi Ranyeker Store, antara lain:

Strategi Konten dan Pemasaran

Strategi pemasaran Ranyeker Store dibagi menjadi dua, yaitu online dan offline. Untuk online, tim menggunakan media sosial populer di kalangan remaja, termasuk Facebook, Instagram, dan LINE@. Untuk offline, promosi dilakukan secara langsung dari mulut ke mulut, memanfaatkan jaringan pertemanan dan keluarga. Rencana jangka panjang mencakup pengembangan website khusus, sistem member dengan diskon 3%, serta penambahan kategori produk.

Gambar 2. Koleksi jersey lokal tim Indonesia
Gambar 2. Koleksi jersey lokal tim Indonesia.

Gambar 3. Tampilan halaman Facebook Ranyeker Store
Gambar 3. Tampilan halaman Facebook Ranyeker Store.

Hasil dan Pencapaian

Dengan modal awal hanya Rp 300.000,- sebagai dropshipper, Ranyeker Store mampu menghasilkan keuntungan Rp 750.000 hingga Rp 7.500.000 per bulan dengan estimasi penjualan minimal satu pasang sepatu per hari. Selain itu, Ranyeker Store berhasil membangun komunitas audiens dengan lebih dari 400 pengikut di Facebook Page. Produk yang ditawarkan mencakup sepatu futsal, basket, sepak bola, badminton, lari, serta berbagai jersey dan aksesoris dari brand ternama seperti Adidas, Nike, Puma, Specs, League, Joma, dan Diadora. Meskipun kini brand ini tidak lagi aktif, pengalaman membangun Ranyeker Store memberikan pelajaran berharga dalam membangun bisnis e-commerce berbasis komunitas.

Link Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *