Inilah Perbedaan Digital Marketing & Traditional Marketing
Saat menghadapi beberapa pilihan untuk pemasaran produk, pastinya Anda akan mencari media terbaik supaya strategi yang dilakukan bisa tepat sasaran. Dari mulai memasang iklan di papan reklame, koran, radio, hingga televisi sering dilakukan demi mendapatkan target sebanyak mungkin. Hal ini kerap disebut sebagai pemasaran tradisional (traditional marketing).
Baca Juga: Digital Marketing & Manfaatnya untuk Bisnis Berskala Kecil
Sementara saat ini keberadaan dunia digital yang semakin maju turut membuat pemasaran pun juga semakin maju pesat. Hal tersebut meliputi website, interaksi di media sosial, periklanan, dan banyak lagi. Secara singkat, hal tersebut dikenal dengan digital marketing. Antara digital marketing dan traditional marketing memiliki banyak perbedaan. Salah satu yang cukup mendasar ada pada perangkat digital yang digunakan.
Selain itu, masih ada beberapa hal yang membuat keduanya sangat berbeda. Dengan mengetahui pa saja perbedaannya, tentu akan semakin memudahkan Anda untuk bisa memilih teknik yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Seperti apa perbedaannya? Simak ulasan berikut selengkapnya.
1. Target Audiens
Perbedaan pertama antara digital marketing dan traditional marketing ada pada target audiens yang menjadi sasarannya. Umumnya, pemasaran tradisional menggunakan media cetak dan elektronik untuk sarananya. Misalnya saja seperti banner, billboard, flyer, surat kabar hingga media televisi. Sementara digital marketing menggunakan sarana internet untuk media pemasarannya, seperti website, sosial media dan lain sebagainya.
Baca Juga: Jarang Dilakukan, Tips Digital Marketing Ini Patut dicoba
Kedua teknik pemasaran ini memiliki target market yang berbeda. Pemasaran tradisional memiliki cakupan audiens target yang lebih luas jika dibandingkan dengan digital marketing. Hal ini, karena media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, seperti billboard tidak menyasar target market tertentu. Sementara target audiens untuk digital marketing dilakukan secara lebih spesifik sesuai minat, usia, gender, demografis hingga lokasi target.
2. Penyampaian Informasi
Terkadang digital marketing membuat audiens merasa kebingungan dan kurang memahami apa yang disampaikan, terutama target audiens yang baru mengenal internet. Misalnya jika ada pop up yang muncul saat melakukan browsing di situs-situs tertentu. Sementara traditional marketing jauh lebih mudah dan gampang untuk dipahami oleh tagret audiens. Sebab informasi yang disampaikan dibuat dengan jelas singkat dan menarik.
3. Interaksi Pelanggan
Hal inilah yang membuat traditional marketing sangat berbeda dengan digital marketing. Sebab, di traditional marketing tak mampu menghadirkan interaksi dengan audiens, karena iklan yang disampaikan melalui media cetak dan elektronik hanya mambisa menyampaikan pesan satu arah. Lain dengan digital marketing yang bisa menghadirkan chatbot melalui website maupun admin yang mengelola akun sosial media, sehingga interaksi dengan audiens bisa dijaga lebih intens.
4. Biaya yang dikeluarkan
Selanjutnya, yang berbeda dari digital marketing dan traditional marketing ialah dari segi biaya yang harus dikeluarkan. Umumnya, biaya yang dikeluarkan untuk traditional marketing jauh lebih mahal dibanding digital marketing. Apalagi jika iklan dipasang di lokasi strategis atau perlu cetak banner, flyer, atau bahkan harus beriklan di media cetak kenamaan. Tentu ada harga yang harus dibayar, tentunya harganya tidaklah murah.
Sementara, digital marketing bisa dibilang jauh lebih ekonomis dibanding dengan pemasaran tradisional. Terutama untuk bisnis dengan skala kecil yang cukup terbatas secara modal. Selain itu, informasi yang disampaikan juga terbilang lebih cepat dan bisa menjangkau target sasaran dengan tepat.
Baca Juga: 5 Keahlian Dasar yang Harus Dimiliki Oleh Digital Marketer
Nah, demikian tadi beberapa perbedaan antara digital marketing dan traditional marketing. Mulai dari target audiens, kemudahan penyampaian informasi, interaksi pelanggan hingga soal biaya yang perlu dialokasikan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan hal tersebut bisa membantu Anda untuk mengetahui teknik marketing seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan bisnis yang dijalankan. Semoga bermanfaat.


