Daftar Isi
ToggleStrategi Konten Evergreen
Konten adalah bagian penting yang harus dapat dimaksimalkan ketika kamu menjalankan strategi digital marketing. Hal ini wajar mengingat konten adalah raja dari seluruh jenis digital marketing. Konten untuk digital marketing sendiri terdiri dari banyak jenis, yakni konten artikel (teks), konten gambar, konten audio, konten video, dan konten animasi.
Seluruh jenis konten ini harus dipahami dengan baik oleh pebisnis yang ingin memasuki era digital. Tanpa pemahaman konten yang baik, kamu akan kesulitan untuk menerapkan berbagai strategi pemasaran yang tepat berdasarkan platform digital yang dipilih.
Tidak hanya itu saja, tanpa pemahaman konten yang baik, bisnis yang kamu jalankan akan kesulitan untuk beradaptasi dan pada akhirnya menurunkan jumlah customer base yang telah didapatkan. Lambat laun, kondisi seperti ini akan menjadikan bisnis lesu dan pada akhirnya hilang dari peredaran.
Oleh sebab itu penting untuk kamu memahami jenis konten yang tepat untuk platform dan strategi digital marketing yang digunakan. Apabila kamu menggunakan platform website dan menjalankan strategi SEO, maka konten yang cocok untuk kamu kembangkan adalah konten evergreen.
Jenis konten ini dikatakan oleh banyak ahli sebagai jenis konten yang mampu memberikan website perkembangan metrik trafik yang stabil. Lantas, apa itu konten evergreen? Bagaimana ciri-cirinya? Apa saja manfaat dan jenis-jenis? Bagaimana cara membuatnya? Dan bagaimana menerapkan strategi konten evergreen yang tepat?
Semua pertanyaan ini akan terjawab lengkap di dalam artikel ini. Jadi, silakan simak baik-baik ya!
Apa itu Konten Evergreen?
Konten evergreen adalah konten yang bersifat tahan lama alias memiliki relevansi jangka panjang. Konten ini tetap mampu menarik perhatian audiens meskipun telah dipublikasikan bertahun-tahun lalu. Jenis konten ini jelas berbeda dengan konten musiman yang cepat dilupakan.
Konten ini selalu memberikan website keyword click dan trafik yang cenderung stabil. Hal ini wajar mengingat pembaca konten evergreen akan mendapatkan informasi yang bermanfaat yang tidak lekang oleh waktu. Berbeda halnya dengan konten musiman, yang informasi di dalamnya, hanya berlaku untuk periode waktu tertentu.
Baca Juga: Cara Menumbuhkan Kepercayaan Pengguna dengan Konten
Karena sebab inilah, banyak pebisnis terutama yang menjalankan website marketing berlomba-lomba untuk memproduksi banyak konten evergreen. Lantas, dari mana kita dapat mengetahui sebuah konten termasuk evergreen atau tidak?
Bagaimana Cara Mengetahui Konten Evergreen?
Sebuah konten dapat dikatakan sebagai evergreen atau tidak, tergantung dari ciri-ciri yang dimilikinya. Konten evergreen pada umumnya akan memiliki tiga poin penting di dalamnya, yakni:
1. Relevansi Jangka Panjang
Ciri-ciri pertama adalah konten evergreen memiliki relevansi jangka panjang. Konten evergreen biasanya selalu dicari oleh pengguna internet, tidak peduli apakah konten tersebut trending atau tidak. Contohnya seperti konten “Apa itu SEO?” yang pastinya akan selalu mendapatkan pencarian dari pengguna search engine.
2. Konten Tidak Bersifat Musiman
Ciri kedua adalah konten evergreen tidak memuat kata kunci utama yang bersifat musiman. Konten dengan kata kunci “Tips dan Trik SEO Terbaik 2025” bukanlah konten evergreen karena memuat kata 2025, (periode tahun) di dalamnya. Itu artinya tips dan trik SEO yang diberikan bersifat periodik sesuai dengan tahun 2025.
3. Isi Konten Mudah untuk Diperbarui
Ciri-ciri berikutnya dari konten evergreen adalah isi kontennya yang mudah untuk diperbarui. Berbeda dengan konten musiman, seperti “Tips dan Trik SEO Terbaik 2025” misalnya. Konten ini pastinya akan menghadirkan lebih banyak data yang berkaitan dengan perkembangan SEO di tahun 2025.
Apabila tahun telah berganti, maka kamu perlu mengganti satu per satu isi data tersebut sesuai perkembangan data di tahun terbaru. Tidak hanya itu saja, kamu bahkan perlu mengganti kata kunci utama menjadi “Tips dan Trik SEO Terbaik 2026”.
Berbeda halnya ketika kamu membuat konten evergreen “Tips dan Trik SEO Terbaik”. Kamu hanya perlu menambahkan data terbaru di beberapa bagian konten lalu memberikan tambahan kata “[Updated]” di judul konten tanpa harus mengubah target kata kunci utamanya.
4. Struktur Konten Jelas dan Mendalam
Berikutnya adalah konten evergreen yang biasanya memiliki struktur konten yang jelas dan mendalam. Pada konten evergreen, biasanya kamu akan menemukan pembahasan yang detail, lengkap dengan daftar langkah, atau checklist yang mudah dipahami oleh pembaca.
5. Memiliki Penerapan SEO yang Kuat
Ciri-ciri terakhir dari konten evergreen adalah konten tersebut memiliki penerapan SEO yang kuat. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas melalui penyebaran kata kunci utama yang merata pada bagian-bagian penting konten. Seperti di judul, url, intro konten, heading 2 dan heading 3, lalu bagian akhir konten.
Selain itu, konten evergreen biasanya sudah mendapatkan backlink berkualitas dari website yang niche kontennya relevan.
Apa Saja Manfaat Membuat Konten Evergreen?
Ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dari membuat konten evergreen. Beberapa di antara banyak manfaat tersebut seperti:
- Membantu website mendapatkan peningkatan trafik berjenis organik secara stabil.
- Membantu website mendapatkan peningkatan otoritas secara stabil.
- Membantu Anda untuk menghemat lebih banyak biaya produksi konten. Hal ini wajar mengingat website yang memiliki banyak konten evergreen dan perform, memudahkan kamu untuk menjalankan strategi konten sederhana seperti memperbarui atau mendistribusikan konten ke berbagai platform dengan format berbeda..
- Membantu website mendapatkan leads dan konversi secara berkelanjutan.
- Memberikan bisnis Return on Investment jangka panjang.
Jenis-Jenis Konten Evergreen yang Harus Kamu Ketahui!
Seperti halnya manfaat yang dimiliki oleh konten evergreen, konten ini juga terdiri dari banyak jenis. Di dalam artikel ini, admin akan membahas enam jenis yang di antaranya adalah:
1. Panduan Praktis
Jenis konten evergreen pertama yang dapat kamu temukan di Google adalah konten panduan praktis. Sesuai dengan namanya, konten ini berisikan panduan tentang cara penggunaan alat tertentu, baik alat yang berbentuk fisik maupun alat yang berbentuk tool digital.
2. Tips dan Trik
Jenis konten evergreen kedua yang dapat kamu temukan di Google adalah konten tips dan trik. Sesuai dengan namanya, konten ini berisikan tips dan trik untuk melakukan sesuatu menjadi lebih mudah.
3. Sejarah atau Fakta Menarik
Ya, seperti yang sudah bisa kamu pahami, konten berisikan ulasan lengkap tentang sejarah, baik itu tentang sejarah dunia, perang, peradaban manusia, dan lain-lain. Termasuk di dalamnya adalah membahas fakta-fakta menarik.
4. Definisi
Jika kamu mencari definisi dari sebuah terminologi atau istilah tertentu, maka 100% konten yang muncul di SERP (Search Engine Results Page) tersebut adalah konten evergreen. Konten ini biasanya akan memberikan pembahasan mendalam mengenai istilah yang dicari dan terkadang lengkap dengan pembahasan awal mula, manfaat, dan perkembangan istilah dari masa ke masa.
5. Listicle
Konten listicle adalah konten yang menjadikan daftar sebagai elemen utama di dalamnya. Konten ini pada umumnya akan memberikan tiga daftar dari topik tertentu yang dibahas. Contoh kontennya seperti “Tujuh Ninja Ahli Pedang dari Serial Naruto”.
6. Studi Kasus
Jenis konten evergreen terakhir yang akan kita bahas di dalam artikel ini adalah konten yang menerangkan tentang studi kasus tertentu. Contohnya seperti konten yang menerangkan tentang studi kasus mengenai hukum fisika, kimia, atau artikel ilmiah.
Contoh Website yang Mengandalkan Konten Evergreen

Ada banyak contoh konten evergreen yang bisa kamu temukan di Google. Beberapa website bahkan menjadikan konten-konten evergreen ini sebagai ciri khas utamanya. Contoh nyatanya bisa kamu lihat di website IDNTimes yang banyak memproduksi konten evergreen berjenis listicle.

Hal yang sama juga dilakukan oleh website Hipwee. Contoh lainnya, bisa kita lihat pada website bertemakan sejarah seperti Historia. Website Agency Creativism juga memproduksi banyak konten evergreen, salah satunya seperti di bawah ini:

Konten di atas termasuk kategori konten evergreen berjenis definisi.
Bagaimana Cara Membuat Konten Evergreen?
Setelah kamu mengetahui tentang apa itu konten evergreen, ciri-cirinya, jenis-jenisnya, dan juga contoh nyatanya, kamu pastinya jadi semakin penasaran tentang bagaimana cara membuatnya bukan? Tenang saja, admin akan memberikan tips dan trik sederhana untuk kamu dapat membuat konten evergreen dengan mudah.
Tips dan trik sederhana tersebut dimulai dari:
1. Mencari Topik Konten yang Abadi
Tips dan trik pertama untuk Anda dapat membuat konten evergreen dengan mudah adalah dengan mencari topik konten yang abadi terlebih dahulu. Pelajari lebih lengkap tentang jenis-jenis konten evergreen dan carilah lebih banyak contoh kontennya. Pastikan konten yang ingin dibuat relevan dengan niche utama konten website.
2. Melakukan Riset Kata Kunci yang Tepat
Tips dan trik kedua adalah dengan melakukan riset kata kunci yang tepat. Konten evergreen biasanya memiliki keterikatan yang kuat dengan kata kunci berjenis long-tail keywords. Di dalam artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang apa itu long-tail keywords. Kamu bisa membaca penjelasannya lengkap melalui artikel di bawah ini:
Baca Juga: Kesalahan Umum SEO untuk UMKM, Salah Satunya Tidak Memahami Penargetan Kata Kunci!
3. Menggunakan Outline Konten yang Menarik
Berikutnya adalah dengan menggunakan outline konten yang menarik. Pastikan konten evergreen yang kamu kreasikan memiliki pembahasan yang mendalam sekaligus benar-benar dapat menjawab maksud pencarian pengguna. Bila perlu, gunakan FAQ (Frequently Asked Questions) sebagai outline konten evergreen.
4. Melakukan Optimasi Kata Kunci yang Efektif
Selanjutnya adalah melakukan optimasi kata kunci yang efektif. Untuk bagian ini, pastikan kamu sudah memahami dengan baik apa itu keyword density. Keyword density adalah persentase munculnya kata kunci utama di dalam sebuah konten.
Umumnya kata kunci utama di dalam konten harus muncul pada bagian seperti judul, url, meta description, intro konten, heading 2 dan heading 3, lalu penutup konten. Persentase kata kunci utama yang seimbang dengan jumlah kata akan memudahkan crawler Google memahami kata kunci yang ditargetkan untuk ranking.
5. Memaksimalkan Penggunaan Internal Linking
Tips dan trik membuat konten evergreen selanjutnya adalah memaksimalkan penggunaan internal linking. Internal linking adalah link yang mengarahkan pengunjung website ke halaman yang berbeda tetapi masih dalam satu website yang sama.
Teknik seperti ini pada umumnya digunakan untuk menurunkan bounce rate dan mencegah munculnya banyak orphaned content. Pastikan konten evergreen yang kamu kreasikan menjadi tujuan dari internal link konten menarik lainnya di website.
6. Menerapkan Gaya Bahasa yang Timeless
Menjelang tips terakhir, adalah kamu yang harus dapat menggunakan gaya bahasa yang timeless, alias tidak lekang oleh waktu. Apabila kamu menggunakan gaya bahasa yang kekinian, maka besar kemungkinan konten evergreen kamu mengalami penurunan performa dengan cepat dan dikalahkan oleh konten evergreen sejenis yang menggunakan gaya bahasa yang lebih umum.
7. Memperbarui Data Konten Secara Berkala
Terakhir, tetapi tidak kalah penting adalah kamu yang harus rajin memperbarui data konten secara berkala. Cara ini dimaksudkan agar konten evergreen yang dikreasikan tetap relevan meskipun sudah dipublikasikan bertahun-tahun lalu.
Strategi Konten Evergreen untuk Digital Marketer
Kita sudah membahas lengkap tentang apa itu konten evergreen sampai dengan tips dan trik mudah untuk membuatnya.
Baca Juga: Apa Saja Tugas Digital Marketer? Apakah Benar Serumit Itu?
Kini saatnya untuk kita membahas bagian paling menarik dari artikel ini, yakni penerapan strategi konten evergreen yang optimal.
Terdapat tiga strategi optimasi konten evergreen yang bisa kamu terapkan. Tiga strategi itu adalah:
1. Topic Invariants Map
Ini adalah strategi konten evergreen di mana kamu diwajibkan untuk melakukan pemetaan topik abadi yang relevan selama tiga hingga lima tahun ke depan. Untuk dapat melakukannya, kamu tinggal mengikuti beberapa langkah sederhana di bawah ini, dimulai dari:
- Identifikasi pain point abadi audiens.
- Mengelompokkan topik berdasarkan service line.
- Memiliki format konten yang cocok, seperti panduan, checklist, template, atau studi kasus.
Contoh kontennya bisa seperti ini ”Panduan Local SEO Lengkap untuk Pemula”, “Panduan Optimasi Internal Linking”, dan lain-lain.
2. Pillar-Cluster-Asset
Selanjutnya ada strategi pillar-cluster-asset. Ini adalah strategi di mana kamu akan membuat sistem konten berlapis agar saling mendukung dari sisi SEO dan distribusi.
Kamu bisa melakukannya dengan mengikuti beberapa langkah sederhana di bawah ini:
- Membuat pillar content untuk konten evergreen utama dengan jumlah katanya yang bisa mencapai 3.000 hingga 5.000 kata. Agar lebih mudah, kreasikan konten evergreen berjenis panduan.
- Membuat cluster content untuk artikel atau konten evergreen bersifat pendukung pillar content. Buat konten dengan jumlah kata mencapai 1.000 hingga 1.500 kata.
- Berikan setiap konten klaster asset unik tersendiri, semisal memiliki dokumen PDF siap download, atau infografis berisi ringkasan konten.
3. Distribusi Multi-Platform
Terakhir adalah distribusi multi-platform. Seperti yang dapat kamu tebak, strategi ini mengharuskan kamu untuk mengubah konten pillar menjadi banyak turunan konten dengan format yang berbeda untuk tiap kanal digital.
Baca Juga: Strategi Marketing untuk Menghadapi Persaingan Bisnis
Konten turunan dengan berbagai format ini kemudian didistribusikan secara berkala.. Contoh alur distribusinya bisa seperti di bawah ini:
Alur Distribusi:
- Blog: artikel pilar + cluster (SEO utama).
- YouTube: video panjang (10 menit) + 3 shorts dari highlight.
- LinkedIn: artikel ringkas + carousel ringkasan insight.
- Instagram/TikTok: carousel edukasi + reels (myth-busting atau tips cepat).
- Newsletter: versi singkat dengan CTA ke artikel lengkap atau asset gratis.
- SlideShare/Deck: ringkasan visual untuk pitch, seminar, atau konten B2B.
- Komunitas/Forum: jawaban singkat + tautan ke cluster/pilar (Quora, FB Group, LinkedIn Group).
Kesimpulan

Konten evergreen adalah konten yang relevan dalam jangka panjang, selalu dicari audiens, dan mampu mendatangkan trafik serta leads secara konsisten. Dengan memahami ciri, manfaat, dan jenisnya, digital marketer dapat membangun aset konten yang kuat untuk mendukung strategi pemasaran.
Baca Juga: Digital Marketing Expert Indonesia: Kompetensi dan Tips Memilih
Melalui strategi Topic Invariants Map, Pillar–Cluster–Asset, dan Distribusi Multi-Platform, konten evergreen bisa dioptimalkan agar terus memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan bisnis. Semoga artikel ini bermanfaat ya!


